El John News, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan arah kebijakan moneter tetap berjalan konsisten meskipun Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti mengimbau seluruh pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan dan tetap menjaga kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Destry usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. Menurutnya, seluruh kebijakan yang selama ini dijalankan Bank Indonesia akan tetap diteruskan karena pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif oleh Dewan Gubernur.

“Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ujar Destry.

Ia menegaskan, prioritas utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai fondasi utama kebijakan moneter. Karena itu, bank sentral akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan sesuai kebutuhan.

Destry menjelaskan, intervensi akan tetap dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot, non-deliverable forward (NDF), hingga domestic non-deliverable forward (DNDF). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap stabil di tengah dinamika pasar global.

Selain menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia juga memastikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi tetap dilanjutkan. Instrumen makroprudensial akan terus dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan.

Ia menambahkan, sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, BI juga akan tetap mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai atau hedging, sehingga pasar keuangan domestik tetap menarik bagi investor.

“Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial,” kata Destry.

Menurutnya, mekanisme kepemimpinan secara kolektif memastikan seluruh fungsi dan mandat Bank Indonesia tetap berjalan tanpa terganggu meskipun terjadi pergantian pimpinan.

Destry optimistis koordinasi seluruh anggota Dewan Gubernur akan menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral, sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

“Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula,” imbuhnya.

 Melalui kepastian tersebut, Bank Indonesia berharap gejolak yang muncul pascapengunduran diri Perry Warjiyo dapat segera mereda sehingga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem keuangan, dan iklim investasi nasional tetap terjaga.